Jumat, 27 April 2012

ASIN MANIS PAIT!

Ada asin, manis, pait! Mungkin ini yang dinamain pengorbanan demi seorang yang disukai, lucu ya berawal dari entah siapa, lalu dikenalkan dengan tidak sengaja sedikit rekayasa dengan seorang temanku. Lalu beranjak dengan sms antar dua sejoli yang tak saling mengenal satu sama lain. Mungkin terasa biasa saja karena remaja sekarang melihat suatu pertemuan dengan singkat itu al yang wajar-wajar saja, tapi tidak untuk aku. Aku menganggap petemuan singkat adalah aneh, belom mengenal satu sama lain dan sudah sok kenal itu aneh, seperti ada yang di sembunyikan. Beranjak beberapa hari dengan dia menyatakan cinta kepada seorang perempuan yang baru dia lihat sehabis melihat drama disekolahnya beberapa hari yang lalu. Terasa begitu cepat untukku. Selang beberapa hari aku mempertimbangkan ungkapannya, aku takut, dia hanya bermain-main dengan hati ini, dan hanya ingin balas dendam karena dia baru putus dengan kekasihnya yang lama. Beberapa pertimbangan dengan matang dipikirkan, sein tak ingin memikirkan hal yang negatif juga ada posif. Selama masa pendekatan dia mngajarkanku Tuhan, dia memberiku motivasi untuk selalu menyembah Mu, dan selalu ingat kepada Mu, mulai dari sini aku mulai merasa suka dengannya. Hari ini dia menjemputku berangkat sekolah bersama, tapi anehnya tak ada perasaan apa-apa pada saat aku bertemu dengannya. Waktu dijalan, dia meminta kepastian, aku pun masih ragu untuk menyatakan aklu juga menyukainya, tapi apa mungkin secepat ini? Tidak, aku meminta pertimbangan selama 1 bulan yang akan datang, ya pada bulan mei. Dia pun diam dan melanjutkan perjalanan. Setela pulang sekolah pun begitu, dia menayakan kembali pertanyaan yang sama saat dia berkata tadi pagi. Aku pun masih ragu pula dengan hubungan yang akan aku jalani setelah bersamanya. Dengan segala alasan aku menunda pertanyaan yang akan aku jawab. Tetapi jujur aku sudah mulai menyukainya. Malam ini tanggal 1 April, ya tanggal 1 april yang orang kira APRIL MOP adalah ajanga becanda-bercandaan akan menjadi nyata dan serius. Aku menerimanya... tapi entah apa yang terlintas dipikiranku, yang aku tahu aku sudah mulai ada rasa rindu bila dia tak meberitahu ku sehari saja. Hari pertama kita perpacaran! Tetapi tahukh kau? Aku dengannya menjalin hubungan tanpa sepengetahuan oang-orang disekitar kita, kita menganggap kita hanya teman yang dekat, solah-olah tak terjadi apa-apa. Selai belum siap, aku juga sedikit takut dengan mantan kekasih pacarku, aku takut dia tahu dan membenciku, mungkin gara-gara aku dia putus, itu menurut aku sndiri, tapi berlain arah dengan dia, sebut saja T , dia menganggap hubungannya dengan mantan kekasaihnya renggang hingga putus jauh-jauh hari sebelum T mengenalku, ya dia pertama kali membohongiku, aku tak yakin sepenuhnya jika dia menyukaik. Perasaan itupun bimbang tak menentu, tak ada jalan keluar. Putus? T penah bilang, dia tak mau bila dikecewakan, tetapi dia juga tak mau mengecewakan. Mulai disitu aku mulai mencoba mera[pikan kembali kepercayaan yang aku kasih kepadanya. Seharian ini aku dan T tak bertemu, sebenarnya berangkat dan pulang sekolah jaji kan bertemu, tetapi apa daya, hujan membatasi kita untuk slaing berbagi cerita di sekolah. Hari kedua aku berpacaran dengannya, tetapi aku membuka rahasia ini kepada sahabatku, dia teman sebangku ku, panggil saja C. Dia selalu ada untuk ku, pertama aku bercerita T, C tak percaya, tetapi semua keputusan ada di tanganku. Tetapi sbenarnya aku ta mau mengambil resiko dengan terus dan terus patah hati aku ingin memulai hari denga terikat hubungan berpacran, walau hanya aku, T, C dan allah yang tahu. Hariini T ingin bertemu denganku, ya mungkin karena kita tak betemu kemarin. Sepulang sekolah dia menungu ku di dekat sekolah, aku pulang kerumah bersamanya,tapi dia tak berani aku bawa kedalam rumah, ya aku anak udik yang tak bia berpacaran selayanya wanita-wanita normal lainnya. Sebenarnya aku takut dia marah dan bosan akanku, dan aku berusaha agar dia selalu yaman denagnku. Setiap hari dia membangunkanku, tak hanya membangunkan, dia juga mengingatkan ku dengan sholat yang tak pernah lengakap bila menjalankannya.. Tak terasa sudah 1 hari aku dengan nya menjalin kasih dengan ikatan berpacaran, ya! Tak ada yang tahu kita berpacaran, tak terkecuali sahabatku sendiri. Aku berkata padanya, aku ingin menjalin ikatan pacaran tetapi dengan satu syarat, dia tak boleh memberitahu bila kita menjalin kasih, dan dia meng-iya kan permintaanku. Saat iyu aku sangat bahagia tanpa rasa apapun dan demi apapun, tapi saat aku bertemunya terasa biasa saja, dan mungkin belum terbiasa dengannya. Aku terus memikirkan jawabanku hingga aku maju menjadi kekasihnya, sebenranya masih banyak yang aku mau tahu tentang dia, aku tak ingin terjebak oleh cinta palsu yang hanya menginginkan nafsu. 2 hari ku jalani dengan biasa saja, masih terasa biasa saja hingga aku menceritakan kisah ini kepada sahabat bangku ku yaitu C . betapa leganya aku menceritakan ini, rasanya sudah cukup aku meceritakan, dan C memberi saran agar aku berhati hati dengan pacar baruku, bukan maksud sahabatku menjelek-jelekan dia, tetapi apa salahnya berhati-hati dengan kekasih sendiri, tetapi aku pun belum bisa mengenal lebihjauh tentang dia, dan saran itu aku simpan. SAAT PERASAAN ITU MULAI ADA Hari ini hari ke 3 aku bersama dia , memang aneh bila dipikir-pikir, memacari seseorang yang aku belum kenal sepenuhnya dan aku memacarinya, akupun tak tahu sifat aslinya bagaimana, yang aku tahu dia sering meminta aku untuk menemuinya, dari situ aku mulai merasa risih, bukan melihat dari muka atau kedududkannya, tetapi dari sifatnya yang ego selalu ingin bertemu. Disi lain aku menyukai caranya dia mencintaiku, dari mulai kata-katanya yang tidak kasar, selalu ada untuk ku, selalu mengerti aku, dan dia rela melakukan apa saja yang bisa membuatku selalu nyaman dengannya. Ya aku masih ingat saat dia memintakaku untuk pulang bersama dengannya, aku hanya meng-iya kan permintaanya, dia langsung menjemputku, ini hari pertama aku pulang bersama dia. Saat di perjalanan dia menayakan hal itu lagi, dia menanyakan kesungguhanku menerimanya. Dan aku meng-iyakan pertanyaannya. Rasa bimbang kadang ada dalam pikiranku, hal-hal negatif kadng menggerogoti pikiran. Rasa dia yang hanya ingin mempermainkanku saja atau hanya pelampiasan semata agar dia tak meningat mantannya lagi. Gelisah tak menentu Beberapa hari setelah berpacaran aku mulai menyukainya, sudah ada rasa yang aneh bila dia tak menghubungiku sehari saja, mungkin terlihat labil, tapi itu yang aku rasakan. Aku merasa senang bila dia senyum padaku, nyaman bila dia dekat denganku, dan rasa khawatir bila dia sedang marah denganku. Tapi mungkin itu proses agar aku yakin akan aku menyukainya. Dan dia pun bertingkah aneh, saat aku mulai suka padanya, dia menghilang, dan kadang tanpa kabar, ya dari sini aku mulai merasakan rindu ingin jumpa, tapi aku takut bila sudah bertemu dengannya, aku bingung harus berkata apa. Sampai suatu ketika aku bicara padanya tentang rasa bimbangku kepadanya. Dia ada, kadang tiba-tiba hilang, dan kadang dia ada lagi menghiburku, dan saat hatiku mulai tenang, dia merubahnya memnjadi bimbang karena dia tak menghubungi aku lagi. Ya itulah dia yang ada di dalam hatiku, selalu tidak jelas dan penuh ke misteriusan saat dia dekat atau jauh dariku.

15 itu suram

Omonganmu aku masih ingat loooo 1. Kamu mau nggak jadi pacarku? 2. Tipe cowok kamu emang gimana? 3. Kamu nerima aku bukan karena terpaksa kan? 4. Kamu sayang nggak sama aku? 5. Janji ya? Kita pacaran lamaaa 6. Mau nggak tukeran nomor handphone? 7. Aku boleh nggak main ketempatmu? 8. Rumahmu dimana si? 9. Aku nggak punya pulsa 10. Aku capek sama kamu 11. Kalau kamu kayak gini terus. Seua cowok yang ndeketin kamu bakalanpergi semua 12. Aku sayang sama kamu 13. Aku nggak akan bosen sama kamu 14. Aku kangen kamu 15. Dan mungkin besok yamg kelimabelas kamu ini “aku pengen putus sama kamu.

APALAH INI?

Hampir aku berpikir kalau aku salah menemukan cinta dalam pencarian jati diri dan kekasih yang mencintaiku, ya mungkin aku terlalu cepat menerimanya, jadi seperti ini, banyak halang rintang yang tak henti menghadang, bukan lagi halang rintang, tetapi kadang perasaan ini bertolak belakang dengan apa yang diingainkan. Banyak kejanggalan yang aku rasakan, banyak pikiran negatif yang aku pikir dan banyak pertanyaan yang menumpuk yang ingin aku tanyakan padanya tapi perasaan dengan apa yang dibicarakan bertolak belakang, mungkin ku terburu-buru dengan dia, akupun tidak bisa membedakan dengan dia serius atau hanya main-main saja, atau aku juga tidk bisa membedakan antara dia bohong atau serius denganku. Hati ini seperti ditarik ulur dengannya, tak ada rasa yang tepat dengan semua ini, juga tidak ada rasa yang menyatukan suatu yang aku anggap benar bagiku dan apa yang aku berikan untunya, seperti dipermainkan olehnya, tetapi mungkin itu hanya terlintas pada benakku yang tak dapat aku artikan, dia menyukaiku denghan hati ataukah hanya untuk kesenangan semata dan kepuasan karena telah berhasil membuat rasa aini hancur berkeping-keping tanpa bekas, sperti pecahan kaca yang akan disatukan kembali dmenjadi sebuah gelas yang untuh terasa tidak mungkin dan sangatlah mustahil. Jika rasa ini benar untuknya, mungkin aku akan susah melepaskannya, tetapi jika rasa ini salah menebak apa yang dimaunya mungkin bibir dapat berkata telah usai, tetpai hati menolak begitu cepat usai, karena hati akan beradaptasi lagi dengan hati yang lain, dan mungkin lebih menyakitkan ataukah lebih indah daripada ini. Tak pernah kah au sadari, akulah yang kau sakiti, engaku pergi dengan janjimu yang telah engkau ingkari, oh Tuhan tolonglah aku buanglah rasa didada, akupun ingin bahagia walau tak bersama dia kelak jika semuanya telah usai, memang tak mudah untuk melakukan seua ini, dengan rasa yang telah tertanam, tau degan sebibit rasa yang sulit diartikan.